Peran Nahdlatul Ulama Sebagai Ormas Islam Di Tengah Pandemi Virus Corona
Organisasi atau orang biasa menyebutnya organisasi
kemasyarakatan adalah sekelompok orang yang mempunyai tujuan dan kepentingan
yang sama untuk berkontribusi kepada suatu negara atau lembaga tertentu di
masyarakat. Organisasi kemasyarakatan memang bukan suatu hal yang asing di
Indonesia, yang mana organisasi di Indonesia sebagian besar berbasis islam, dan
biasa masyarakat menyebutnya dengan ormas islam. Wajar saja jika ormas islam
ini menjadi angka yang besar, karena kebanyakan masyarakat Indonesia memeluk agama
islam. Tetapi bukan berarti masyarakat mengenal dan mengetahui seluruh ormas
islam, yang sering terdengar di masyarakat hanya beberapa, salah satunya adalah
Nahdlatul Ulama (NU). NU adalah organisasi masyarakat islam terbesar di
Indonesia yang dididikan di Surabaya, 31 Januari 1926, yang berhasil tetap
berkarya dan berinovasi sampai saat ini.
NU disebut
sebagai jamiyah diniyah al ijtimaiyah atau organisasi keagamaan dan
kemasyarakatan. Karakterisktik perjuangan, tingkah laku, dan sikap NU
disesuaikan dengan ajaran islam dan norma hukum. Perkembangan hukum yang ada di
Indonesia tidak bisa terlepas dari kontribusi NU. Karena NU merupakan salah
satu ormas islam terbesar di Indonesia yang diikuti dan diakui dalam pandangan
hukumnya. NU ketika mengambil suatu keputusan atau hukum tidak dengan gegabah,
melainkan dengan memperhatikan ijtihad-ijtihad para ulama terutama dalam
menghadapi persoalan-persoalan kontemporer.
Seperti hal
nya pandemi virus corona yang sekarang menjadi banyak perbincangan, virus corona
adalah virus yang dapat menginfeksi manusia terutama di bagian sistem
pernafasan dan bisa menyebabkan kematian. Virus ini telah menginfeksi penduduk
warga hampir di seluruh negara sehingga dinyatakan sebagai pandemi. Mewabahnya
virus corona ini melalui beberapa gejala yang mungkin disetiap orang akan
berbeda. Tetapi secara umum, orang yang terkena virus corona akan mengalami
demam tinggi, batuk, flu, sampai sesak nafas.Adanya pandemi virus corona yang
terjadi di berbagai negara, maka akan berdampak besar pada sistem negara, baik
dari segi politik, pendidikan, budaya, dan paling utama adalah perekonomian.
Salah satu
peran NU dalam penanganan virus corona adalah dengan pembentukan Satgas yang
dilaksankan oleh pengurus NU mulai dari pengurus pusat, wilayah dan cabang.
Dengan harapan tidak timbul kepanikan dalam merespon pandemi virus corona,
satgas melakukan upaya untuk mengadakan sosialisasi kepada warga NU dan
masyarakat luas agar memahami tentang virus corona dan cara pencegahannya.
Satgas ini juga mendirikan posko cabang yang berkoordinasi dengan pihak
puskesmas atau rumah sakit rujukan baik rumah sakit NU atau rumah sakit yang
telah direkomendasikan pemerintah. Bahkan 25 rumah sakit milik NU yang tersebar
di berbagai wilayah Indonesia siap merawat pasien positif virus corona dengan
bantuan pemerintah, yang sebelumnya sudah diambil koordinasi antar pimpinan
rumah sakit dan dokter NU di Indonesia.
Peran NU
dalam penanganan virus corona ini juga bisa dilihat dengan mengadakan doa
bersama yang dipimpin oleh beberapa ulama' NU mulai dari tingkat pusat sampai
dengan tingkat wilayah. Kebanyakan para ulama NU juga menyerukan ibadah
keagamaan untuk dilaksanakan di rumah masing-masing. Hal itu dilakukan agar
tidak menimbulkan adanya perkumpulan orang yang dapat mempermudah tersebarnya
virus corona. Tetapi jika dilihat di masyarakat sekarang, hanya bisa dikatakan
beberapa persen yang hanya bisa menjalankan himbauan tersebut. Banyak yang
masih menjalankan ibadah baik jamaah atau tetap melakukan kegiatan keagamaan dengan
banyak orang.
Bisa
dilihat atas permasalahan tersebut, dapat disimpulkan bahwa masyarakat kurang
menaati himbauan dari NU maupun pemerintah. Jika dilihat dari penerapan teori
politik, permasalahn tersebut termasuk bagian dari teori struktural fungsional
oleh Durkheim. Yang mana teori tersebut mengatakan bahwa untuk menjaga
stabilitas sosial dengan adanya kerjasama antar individu dengan menjalankan
segala fungsinya sehingga masyarakat tersebut tidak mengalami disfungsi di
lingkungannya. Individu-individu yang dimaksud adalah masyarakat, baik berupa
kelompok-kelompok maupun institusi-institusi sosial.
Itulah
beberapa peran NU yang telah berkoordinasi dengan pihak pemerintahan di tengah
pandemi virus corona ini. Dengan adanya peran NU, diharapkan masyarakat luas
baik dari kalangan NU atau bukan, bisa
menaati langkah-langkah yang telah di sosialisasikan. Namun, bukan hanya NU
saja yang berusaha dalam pencegahan virus corona, banyak ormas islam dan
lembaga lain yang saling bekerjasama untuk ikut serta berperan di tengah
pandemi virus corona yang ada di Indonesia. Yang terpenting terdapat kemauan
untuk mencegah penyebaran virus corona, yang berupa peraturan maupun pelarangan
tetap harus kita taati baik dari siapapun dan dimanapun.
Kerja sama
antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam menangani virus ini.
Semboyan "pemerintah tegas dan warga disiplin" itu harus benar-benar
diterapkan. Dan seharusnya kita saling menyadari itu semua dan tidak saling
menyalahkan, karena dengan kesadaran dimulai dari sendiri untuk menaati dan
memahami bahayanya virus corona itu sudah termasuk langkah pencegahan pandemi
virus corona. Semoga pandemi virus corona di Indonesia segera berakhir dengan
adanya usaha yang dilakukan oleh seluruh masyarakat dan pemerintah.
Comments
Post a Comment